Selasa, 02 Agustus 2016

TROPIK, Sensai Es Krim Jadul yang Melekat di Hati



Yahoow~
Kali ini gue mau sharing tentang kuliner nih. Bagi kalian yang suka cemil-cemil makanan ringan khususnya  es krim, gue punya tempat rekomendasi yang gak kalah asik baik tempat maupun rasanya sama yang di mall punya. Diintip yuk Kakak, cekidot! :D
 
Gue rasa hampir semua orang tahu tempat ini, tapi gak semua orang juga tahu kalau ada restoran ini. Karena restoran ini terbilang cukup lama dan terkenal saat zamannya Ibu gue kecil. Otomatis gue belom lahir yaaa. TROPIK. Konon katanya restoran ini dibangun pada 1950-an! Dan merupakan usaha keluarga secara turun temurun. Mayoritas pelanggan yang datang adalah mereka yang ingin bernostalgia dengan rasa maupun kenangan saat masih muda dahulu sering menyantap es krim bersama orang tersayangnya.  Memang namanya tidak setenar Ragusa yang notabene juga es krim yang melegenda, tetapi  sejatinya ia masih merupakan teman seangkatannya. Restoran ini terletak di komplek Pasar Baru, Jakarta Pusat (buat yang belom tahu apa dan dimana itu Pasar Baru, silakan di searching via Mbah Google ^^). Pasar Baru gak hanya terkenal dengan aneka ragam toko yang menjual sepatu, tetapi juga pakaian dan kuliner/jajanan layaknya somay, tahu gejrot, kripik sanjay, dll (FYI: tahu gejrot di depan toko Bata enak loh! Menu wajib tiap kesana pasti beli itu *jadi promosi deh*). Oke, balik ke TROPIK, akhir pekan di akhir minggu Juli kemarin gue menyambangi restoran ini berdua Ibu gue karena penasaran dan Ibu gue udah lama kepengen makan Banana Split-nya si TROPIK ini. At the first, we forget the specific place of the TROPIK. Karena tiap kesana pasti kondisi di jalanan sepanjang komplek Pasar Baru selalu ramai. Tempatnya juga tidak mencolok dan cenderung ‘tenggelam’ oleh warna warni plang nama toko yang bertebaran di sekitarnya. Bila masuk melalui pintu depan (yang ada halte buswaynya) lo akan lebih mudah menemukannya. Posisinya di sebelah kanan. Tepatnya setelah Sushilla Hijab & Accessories. Bangunannya cukup kuno dan kurang menarik perhatian, satu-satunya yang mudah dikenali adalah warna biru yang ada pada bangunan tersebut dan terdapat pintu kaca yang dibaliknya tertempel tulisan “TROPIK” berwarna merah.

Langsung lah gue masuk dan kesan pertama yang gue dapat… lega, sunyi dan cozy abis.
 
Restoran TROPIK
Sumber: foto pribadi.

Saat itu ada beberapa pelanggan yang sudah ada di dalam sedang menyantap pesanannya yang harum luar biasa. Dengan sigap, gue pun disuguhi daftar menu yang terdapat disana. Ternyata mereka gak hanya menyajikan es krim, tapi juga menu makanan berat, jus, serta cemilan seperti lumpia goreng, pangsit, dan lain-lain. Karena emang niatnya cuma ingin makan es krim, maka gue memesan Banana Split dan menu terbaru mereka Tiramisu, dan cemilan Pangsit Goreng.

Beginilah penampakan es krimnya… dan lumpia gorengnya…

 
Sumber: foto pribadi

Banana Split.
Sumber: foto pribadi.

 
Tiramisu
Sumber: foto pribadi 

Rasanya gimana? Enak! Gak kemanisan, teksturnya bagus dan pas, ringan tidak nampak berlemak, susunya terasa dan yang pasti bernuansa homemade karena dibuat langsung dari dapur mereka. Errr… jujur aja gak semua es krim enak dan nampak berlemak. Lemak yang gue maksud disini adalah lebih ke efek setelah gue makan jadinya gumoh atau eneg karena kekenyangan gitu. Well, walau tiap orang punya rekasi yang berbeda-beda terhadap rasa dan yang dirasakan oleh tubuh masing-masing. Worth it banget buat es krim veteran (gue menamakannya es krim veteran, layaknya es krim produksi Baltic dan es goyang favorit zaman masih bocah ingusan *plak*)!
Harga yang ditawarkan pun juga terjangkau. Untuk seporsi Banana Splitnya cukup dengan 38000 rupiah saja. Sedangkan Tiramisunya 28000 rupiah. Lumpianya sendiri seporsi hanya 14000 rupiah. Sambal kacang untuk lumpia gorengnya enak loh, kental. Dan enaknya disini gak kena pajak restoran, hehehe.
Karena ini restoran lama, lantai restorannya pun masih terbuat dari granit, termasuk toiletnya. Tempatnya juga bersih dan jarak antar meja diatur sedemikian rupa dengan cukup lebar, sehingga tidak perlu khawatir akan bersinggungan dengan meja sebelah. Disana terdapat 15 meja dengan masing-masing 4 kursi setiap mejanya.
Intinya, recommended banget deh buat kalian bagi yang mau makan kecil maupun besar. Dan bagi kalian yang ingin bersantai sejenak setelah berbelanja di kawasan Pasar Baru. Untuk harga, bersaing lah, tapi didukung dengan rasa yang worth it juga :)
Gue harap kalian segera mencobanya.

FYI, TROPIK nggak buka cabang dimanapun lho! Cuma ada di Pasar Baru ^^

Mohon maaf kalau gue gak fotoin penampakan depan tokonya, lupa. Selain itu juga gak kepikiran mau mencurahkannya disini XD
Next, gue akan memperbaikinya untuk postingan kuliner selanjutnya. Stay tune and keep in touch ya~
Critics and suggestions are welcome for the better post next time :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar